BAB I
PENDAHULUAN
1.1
LATAR
BELAKANG
Separator adalah tabung
bertekanan yang di gunakan untuk memisahkan fluida sumur menjadi air dan gas
(tigafasa) atau cairan dan gas (duafasa). Separator
merupakan salah satu alat penunjang utama pada
proses produksi di
industri minyak dan gas .
Komponen
ini berfungsi untuk memisahkan fluida hydrocarbon menjadi tiga fase
pemisahan yaitu minyak, air dan gas. Dalam separator terdapat beberapa variabel
yang mempengaruhi proses, diantaranya yaitu; laju aliran masukan fluida,
tekanan, temperatur, ketinggian air-minyak, dan ketinggian minyak. Semua
variabel tersebut memiliki sistem pengendalian masing-masing yang terintegarasi
menjadi sistem pengendalian separator untuk mendapatkan hasil pemisahan yang
sempurna.
Parameter proses pemisahan yang
baik salah satunya ditentukan oleh stabil tidaknya ketinggian fluida minyak
didalam separator. Oleh karenanya pengendalian ketinggian minyak diharapkan
dapat menjaga proses berada pada keadaan ideal yang diinginkan agar proses
tetap berjalan sempurna.
1.2
RUMUSAN
MASALAH
1)
Apa definisi dari alat
separator?
2)
Apa saja jenis-jenis
dari sparator?
3)
Bagaimana cara kerja
dari alat separator?
4)
Apa kekurangan dan
kelebihan dari masing-masing separator?
1.3
TUJUAN
1)
Untuk mengetahui
definisi dari alat separator
2)
Untuk mengetahui
jenis-jenis dari alat separator
3)
Untuk mengetahui cara
kerja dari alat separator
4)
Untuk mengetahui
kekurangan dan kelebihan dari alat separator
BAB II
ISI
2.1 DEFINISI
SEPARATOR
Separator adalah tabung bertekanan yang digunakan untuk memisahkan fluida
sumur menjadi air dan gas (tiga fasa) atau cairan dan gas (dua fasa), dimana
pemisahannya dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu :
a.
Prinsip
penurunan tekanan.
b.
Gravity
setlink
c.
Turbulensi
aliran atau perubahan arah aliran
d.
Pemecahan
atau tumbukan fluida
Untuk mendapatkan effisiensi kerja
yang stabil dengan kondisi yang bervariasi, gas liquid separator harus
mempunyai komponen pemisah sebagai berikut :
1)
Bagian
pemisah pertama, berfungsi untuk memisahkan cairan dari aliran fluida yang
masuk dengan cepat berupa tetes minyak dengan ukuran besar.
2)
Bagian
pengumpul cairan, berfungsi untuk memisahkan tetes cairan kecil dengan prinsip
gravity setlink.
3)
Bagian
pemisah kedua, berfungsi untuk memisahkan tetes cairan kecil dengan prinsip
gravity settlink.
4)
Mist
extraktor, berfungsi untuk memisahkan tetes cairan berukuran sangat kecil
(kabut).
5)
Peralatan
kontrol, berfungsi untuk mengontrol kerja separator terutama pada kondisi over
pressure.
Didalam
block station, disamping terdapat separator pemisah gabungan terdapat juga separator uji yang
berfungsi untuk melakukan pengujian (test) produksi suatu sumur dan dari
separator uji ini laju produksi
sumur (Qo,Qw,danQg) bias didapat dimana Qo dan Qw diperoleh dari barel meter
sedangkan Qg diperoleh dari pencatatan orifice flow meter (orifice plate ) atau
dari alat pencatat aliran gas lainnya.
Disamping itu ditinjau dari tekanan kerjanyapun separator dapat dibagi
tiga, yaitu separator tekanan tinggi (750 – 1500 psi), tekanan sedang (230 –
700 psi), tekanan rendah (10 – 225).
2.2 JENIS SEPARATOR
Dalam
industri perminyakan dikenal beberapa jenis separator berdasarkan bentuk,
posisinya dan fungsinya.
2.2.1.
Jenis separator berdasarkan bentuk dan posisinya :
a. Separator tegak/vertikal.
Separator jenis ini biasanya digunakan
untuk memisahkan fluida yang mempunyai kadar padatan tinggi, separator ini
mudah dibersihkan serta mempunyai kapasitas cairan dan gas yang besar.
Kelebihan dari separator ini yaitu tidak terlalu rumit dalam pengontrolan level
cairan. Selain itu, dapat menanggung pasir dalam jumlah yang besar, mudah
dibersihkan, serta sedikit sekali kecenderungan akan penguapan kembali.
Sedangkan untuk kekurangannya terdapat pada harga beli yang cukup tinggi,
selain itu bagian-bagiannya juga lebih sukar dalam pengirimannya/ shipping serta membutuhkan diameter yang
lebih besar untuk kapasitas gas tertentu.
Kelebihannya
:
·
Pengontrolan level cairan tidak
terlalu rumit
·
Dapat menanggung pasir dalam jumlah
yang besar
·
Mudah dibersihkan
·
Sedikit sekali kecenderungan akan
penguapan kembali dari cairan
·
Mempunyai surge cairan yang besar
Kekurangannya :
·
Lebih mahal
·
Bagian-bagiannya lebih sukar
dikapalkan (pengiriman)
·
Membutuhkan diameter yang lebih
besar untuk kapasitas gas tertentu
b. Separator datar /horisontal
Sangat baik
untuk memisahkan fluida produksi yang mempunyai GLR tinggi dan cairan berbusa.
Separator ini dibedakan menjadi dua jenis, yaitu single tube horizontal
seprator dan double tube horizontal separator. Karena bentuknya yang panjang,
separator ini banyak memakan tempat dan sulit dibersihkan, namun demikian
kebanyakan fasilitas pemisahan dilepas pantai menggunakan separator ini dan
untuk fluida produksi yang banyak mengandung pasir, separator ini tidak
menguntungkan.
Keuntungan
dari separator ini adalah lebih murah dari separator vertikal, lebih mudah
dalam pengiriman bagian-bagian dan spareparts-nya,
baik untuk minyak berbuih, lebih ekonomis dan efisien untuk mengolah dengan
volume gas yang lebih besar dan lebih luas untuk setting bila terdapat dua fasa cair. Untuk kekurangannya, separator
horizontal lebih rumit dalam pengontrolan level cairan dibanding separator
vertikal, sukar dalam membersihkan lumpur, pasir, paraffin serta diameternya
yang kecil untuk kapasitas gas tertentu. Karena bentuknya yang panjang,
separator ini banyak memakan tempat dan sulit dibersihkan. Namun demikian,
kebanyakan fasilitas separasi dilepas pantai menggunakan separator ini.
c. Separator bulat /spherical.
Separator jenis ini mempunyai kapasitas
gas dan surge terbatas sehingga
umumnya digunakan untuk memisahkan fluida produksi dengan kadar padatan kecil
sampai sedang. Namun, separator ini dapat bekerja pada pressure yang tinggi. Terdapat dua tipe separator bulat yaitu tipe
untuk pemisahan dua fasa dan tipe untuk pemisahan tiga fasa.
Gambar 3 Separator Bulat
Keuntungan dari separator ini ada pada
harga yang termasuk termurah dari kedua jenis separator yang lainnya dan lebih
mudah dalam pengeringan dan membersihkannya dari pada separator vertikal. Akan
tetapi, untuk pengontrolan cairan cukup rumit dan mempunyai ruang pemisah dan
kapasitas surge yang lebih kecil.
Kelebihannya :
·
Termurah dari kedua tipe diatas
·
Lebih mudah mengeringkan dan
membersihkannya dari pada separator vertical, lebih kompak dari yang lain
Kekurangannya :
·
Pengontrolan cairan rumit
·
Mempunyai ruang pemisah dan
kapasitas surge yang lebihk kecil
2.2.2 Jenis Separator berdasarkan
fasa hasil pemisahannya :
a.
Separator dua fasa, memisahkan
fluida dormasi menjadi cairan dan gas, gas keluar dari atas sedangkan cairan
keluar dari bawah.
b.
Separator tiga fasa, memisahkan
fluida formasi menjadi minyak, air dan gas. Gas keluar dari bagian atas, minyak
dari tengah dan air dari bawah.
2.2.3 Jenis separator berdasarkan fungsinya :
a.
Gas
scrubber.
Jenis ini
dirancang untuk memisahkan butir cairan yang masih terikut gas hasil pemisahan
tingkat pertama, karenanya alat ini ditempatkan setelah separator, atau sebelum
dehydrator, extraction plant atau kompresor untuk mencegah masuknya cairan
kedalam alat tersebut.
b.
Knock‑out
Jenis ini
dapat dibedakan menjadi dua, yaitu free water knock‑out (FWK0) yang digunakan
untuk memisahkan air bebas dari hidrokarbon cair dan total liquid knock‑out
(TLKO) yang digunakan untuk memisahkan cairan dari aliran gas bertekanan tinggi
( > 125 psi )
c.
Flash
chamber.
Alat ini
digunakan pada tahap ianjut dari proses pemisahan secara kilat (flash) dari
separator. Flash chamber ini digunakan sebagai separator, tingkat kedua dan
dirancang untuk bekerja pada tekanan rendah ( > 125 psi )
d.
Expansion
vessel.
Alat ini digunakan untuk proses pengembangan pada pemisahan bertemperatur
rendah yang dirancang untuk menampung gas hidrat yang terbentuk pada proses
pendinginan dan mempunyai tekanan kerja antara 100 ‑1300 psi.
e.
Chemical electric.
Merupakan jenis separator tingkat lanjut untuk memisahkan air dari cairan
hasil separasi tingkat sebelumnya yang dilakukan secara electris (menggunakan
prisip anoda katoda) dan umumnya untuk memudahkan pemisahan.
2.2.4 Oil Skimmer.
Merupakan
peralatan pemisah yang direncanakan untuk menyaring tetes‑tetes minyak dalam
air yang akan dibuang sebagai hasil proses pemisahan sebelumnya untuk mencegah
turbulensi aliran, air yang mengandung tetes minyak dimasukkan melalui pembagi
aliran yang berisi batu bara / batu arang tipis‑tipis, sedangkan proses
pemisahan berdasarkan sistem gravity setling.
Kapasitas
oil skimmer tergantung pada beberapa faktor terutama pada densitas minyak air
yang dapat ditentukan berdasarkan hukum intermediate yang berhubungan dengan
kecepatan setling dari partikel.
2.2.5 Gas Dehydrator.
Gas
dehydrator adalah alat yang digunakan untuk memisahkan partikel air yang
terkandung didalam gas. Peralatan ini merupakan bagian akhir dari pemisahan gas
hidrokarbon terutama pada lapangan gas alam.
Ada dua cara pemisahan air
dari gas, yaitu dengan
a. Solid desiccant, misainya
calsium chloride
b. Liquid desiccant, misainya
glycol.
1) Calsium chloride gas dehydrator.
Komponen
peralatan ini merupakan kombinasi dari separator tiga tingkat, yaitu gas ‑
liquid absorbtion tower dan solid bad desiccant unit. Pemisahan partikei air
dari gas dilakukan dengan cara mengkontakkan aliran gas dengan calsium chloride
didalam chemical bad section.
2) Glycol dehydrator.
Liquid
desiccant yang sering digunakan adalah trienthylene glycol. Peneyerapan
partikel air terjadi karena adanya kontak antara glycol dengan gas yang
mengandung air pada tray didalam absorber (kontaktor) proses regenerasi glycol
yang mengandung air dilakukan dengan cara pemanasan sehingga air terbebaskan
dari glycol.
2.2.6 FLASH
SEPARATOR
Flash Separator test adalah
separator kecil dilaboratorium yang fungsinya sama dengan separator yang ada
dilapangan. Disini akan terjadi pemisahan antara gas, minyak, dan air.
Pemisahan ini penting agar secara baik dapat diketahui jumlah serta sifat –
sifat gas maupun minyak pada periode tertentu.
Dari analisa ini bisa didapat sifat
– sifat maupun maupun komposisi gas dan minyak baik diseparator ataupun di
tanki pengumpul. Tekanan dan Temperatur dari alat ini bisa diatur sehingga
dimungkinkan untuk mendapatkan kondisi tertentu (P dan T separator) agar
memperoleh minyak yang optimum di tanki pengumpul.
Ditinjau dari jenis fluida yang akan
di analisa ada 2 macam analisa Flash Separator yaitu :
-
Single stage separator yaitu terdiri dari satu separator dan satu tanki
pengumpul.
-
Multi stage separator yaitu terdiri dari lebih dari satu separator dan satu
tanki pengumpul.
3 MACAM – MACAM ALAT PEMISAH DI INDUSTRI KIMIA
1. Cyclone Separator
Cyclone separator adalah
alat yang menggunakan prinsip gaya sentrifugal dan tekanan rendah karena adanya
perputaran untuk memisahkan materi berdasarkan perbedaan massa jenis, bentuk
dan ukuran. Cyclone
separator berfungsi untuk memisahkan partikel dari gas.
Prinsip kerja
·
Prinsip kerja
dari siklon adalah terdapatnya kumpulan partikel dan gas yang masuk dalam arah
tangensial kedalam siklon pada bagian puncaknya.
·
Kumpulan gas dan
partikel ditekan ke bawah secara spiral karena bentuk dari siklon. Gaya
sentrifugal dan gaya inersia menyebabkan partikel terlempar ke arah luar,
membentur dinding dan kemudian bergerak turun ke dasar siklon.
·
Dekat dengan
bagian dasar siklon, gas bergerak membalik dan bergerak ke atas dalam bentuk
spiral yang lebih kecil.
·
Gaya gravitasi
menyebabkan partikel-partikel tersebut jatuh ke sisi kerucut menuju tempat
pengeluaran.
·
Partikel dengan
ukuran atau kerapatan yang lebih kecil keluar melalui bagian atas dari cyclone
melalui pusat yang bertekanan rendah
·
Gas yang bersih
keluar dari bagian puncak siklon sedangkan partikel keluar dari dasar siklon.
Ø Cyclone
membuat suatu gaya sentrifugal yang berfungsi untuk memisahkan partikulat dari
udara kotor.
Ø Gaya
sentrifugal timbul saat partikulat di dalam udara masuk ke puncak kolektor
silindris pada suatu sudut dan diputar dengan cepat mengarah ke bawah seperti
pusaran air. Aliran udara mengalir secara melingkar dan partikulat yang lebih
berat mengarah ke bawah setelah menabrak ke arah dinding cyclone dan meluncur
ke bawah.
Faktor-faktor
yang dapat mengurangi performa dari suatu cyclone antara lain:
1.
Kerusakan mekanik dari
cyclone
2.
Penyumbatan unit disebabkan
endapan debu
3.
Penggunaan yang berlebihan,
biasanya disebabkan oleh abrasi.
2.
Bak Sedimentasi / Sedimentation Tank
Menggunakan
prinsip gaya gravitasi dalam pemisahannya, shg utk material dgn massa jenis
besar akan mengendap dan massa jenis kecil akan berada di lapisan atas.
Aplikasi pada campuran yg berpartikel besar.
3.
Clarifier Tank
Menggunakan prinsip gaya gravitasi dalam
pemisahannya yg dibantu oleh gaya sentrifugal utk mempercepat pengendapan,
aplikasi pada campuran yg halus yg tidak bisa dipisahkan dgn bak sedimentasi.
Biasanya material yg berpartikel besar akan mengendap dan ini sebagai
impuruities nya sedangkan yg berpartikel kecil dibuat overflow dan ini adalah
material yg di inginkan.
4.
Centrifuge Tank
Menggunakan prinsip gaya sentrifugal, dimana pengendapan
tidak hanya memanfaatkan gaya gravitasi dgn perbedaan massa jenis tetapi juga
karena perputaran gaya sentrifugal shg membuat campuran lebih cepat memisah.
Biasanya aplikasinya yg diendapkan adalah bahan yg ingin dimurnikan sedangkan
yg dibuat overflow adalah kotoran (impurities). Jadi kerja berlawanan dgn
Clarifier.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan dari laporan ini adalah :
1.
Separator
adalah tabung bertekanan yang digunakan untuk memisahkan fluida sumur menjadi air
dan gas (tiga fasa) atau cairan dan gas (dua fasa),
2.
Jenis-jenis Separator :
a. Berdasarkan
posisi : vertical, horizontal dan spherical separator
b. Berdasarkan
fasa yang dipisahkan : separator 2 fasa dan 3 fasa
c. Berdasarkan
fungsinya : gas scrubber, knock-out, flash
chamber, Expansion vessel dan Chemical
electric.
d. Separator lainnya yaitu Oil Skimmer, Gas Dehydrator dan Flash Separator.
3.
Macam – macam Alat Pemisah
di Industri Kimia yaitu Cyclone Separator, Bak
Sedimentasi / Sedimentation Tank, Clarifier
Tank, Centrifuge
Tank.
DAFTAR
PUSTAKA
http://abdulrohim-betawi.blogspot.com/2011/04/separator-dan-macam-macam-separator.html
[diakses 11 April 2011]
http://miraclesphysics.blogspot.com/2012/10/separator.html
[diakses 09 Oktober 2012]
http://joseriki89.blogspot.com/2011/11/laporan-presentasi-peralatan-pabrik.html [diakses 08 Novemver 2011]
http://tatangismail.blogspot.com/2013/05/cyclone-separator.html [diakses 10 Mei 2013]
file:///D:/TEKNIK%20KIMIA%20SEMESTER%202/AIK/Macam%20-%20Macam%20Alat%20Pemisah%20%28Separator%29.htm [diakses 23 Juni 2013]
Hallo kakak, untuk memisahkan fenol dengan asam bezoat apa ya?
BalasHapus