1. Analisa
Gula Reduksi dalam Nira
a)
Judul :Analisa Gula Reduksi
b)
Tujuan :Untuk mengevaluasi
apakah nira itu berkualitas atau tidak, semakin tua tebu semakin turun gula
reduksinya.
c)
Alat dan Bahan :
1)
Alat :
·
Erlenmeyer 300ml
·
Gelas Ukur 10ml
·
Buret 50ml
·
Pemanas
2)
Bahan :
·
Nira Perahan Pertama,
Nira Mentah, Nira Encer, Nira Kental, Nira Encer, Nira Tershacarat dan Nira
Tersulfitir
·
Fehling I dan Fehling
II
·
Batu Apung
·
Indikator MB
d)
Prosedur Percobaan
·
Dipipet 5 ml fehling I dan fehling II dan masukkan batu
apung
·
Dididihkan kemudian
tambahkan 3 tetes indikator MB
·
Nira dari buret di
teteskan pada larutan fehling I dan fehling II yang telah mendidih sampai ada
perubahan warna dari warna biru menjadi merah bata.
·
Banyaknya titrasi
mengamati table Reducing Cane Sugar
e) Perhitungan
Rumus :
x 100
= ….. 
Contoh:
Volume
rata-rata titrasi:2,8 ml
Pengamatan
tabel:1,67
%
brix:13,96%
Gula
reduksi dalam NPP:
x 100% = 11,96 
2. Analisa
Kadar Kapur (CaO)
a) Judul :Analisa Kadar CaO
b) Tujuan :Untuk mengetahui kadar
kapur dalam Nira Encer
c) Alat
dan Bahan :
1) Alat :
·
Pipet 5ml
·
Erlenmeyer 300ml
·
Gelas ukur 50ml
·
Buret 50ml
·
Statif dan Klem
2) Bahan :
·
Nira Encer
·
Aquades
·
Larutan Buffer
·
Indikator EBT
·
Larutan EDTA
d) Prosedur
Percobaan :
·
Ambil Nira Encer
sebanyak 5ml lalu masukkan pada Erlenmeyer
·
Tambahkan aquades
sebanyak 45ml dan larutan buffer sebanyak 2ml dan tambahkan indicator EBT
secukupnya sampai menjadi warna ungu
·
Kemudian titrasikan
dengan larutan EDTA yang ada dalam buret sampai terjadi perubahan warna hijau.
·
Hentikan titrasi. Catat
banyak Larutan EDTA yang dibutuhkan.
e) Perhitungan :
ml
sample
3. Analisa
Turbidity
a) Judul :Analisa Turbidity
b) Tujuan :Menentukan Turbidity
pada Nira Encer
c) Alat
dan Bahan :
1) Alat :
·
Turbidimeter
2) Bahan :
·
Nira Encer
d) Prosedur
Pekerjaan :
·
Nyalakan alat
turbidimeter dengan menekan tombol ON
·
Masukkan Nira Encer
dalam tabung kuvet sampai tanda garis batas
·
Setelah itu masukkan
tabung tadi dalam turbidimeter lalu tekan tombol READ
·
Tunggu hasilnya dan
catat angka yang muncul.
e) Perhitungan :
4. Analisa
Kadar Phosphat
a) Judul :Analisa Kadar
Phosphat
b) Tujuan :Menentukan Kadar
Phosphat yang terkandung dalam Nira
c) Alat
dan Bahan :
1) Alat :
·
Erlenmeyer 300ml
·
Gelas ukur 50ml
·
Pipet 1 ml
·
Labu ukur 100ml
·
Spektrofotometer
·
Pemanas
2) Bahan :
·
Nira Perahan Pertama,
Nira Encer, Nira Mentah sebelum Terphosphat dan Nira Mentah sesudah Terphosphat
·
Aquades
·
Molybdat
·
Asam ascorbat
d) Prosedur
Percobaan :
·
Ambil NPP, NE, NM
sebelum dan sesudah Terphosphat @1ml lalu masukkan pada Erlenmeyer
masing-masing
·
Tambahkan aquades 35ml
dan molybdat 4ml lalu didihkan
·
Setelah mendidih
tambahkan asam ascorbat ½ sendok spatula lalu tunggu 1 menit agar warnanya
berubah menjadi biru.
·
Lalu dinginkan dalam
waterbath
·
Kemudian masukkan dalam
labu ukur 100ml dengan menambahkan aquades sampai tanda garis batas
·
Lalu nyalakan alat
Spektrofotometer dengan larutan blanko yang panjang gelombangnya sudah diatur
sebesar 650nm
·
Lalu masukkan sampel
yang sudah diencerkan dalam labu ukur ke dalam kuvet untuk di ukur absornasinya
menggunakan alat Spektrofotometer dengan panjang gelombang 650nm
·
Catat nilai
absorbansinya yang telah didapatkan
e) Perhitungan :
Kadar Phosphat = A sampel x 5,85 x
100
Keterangan:
A sampel = nilai absorbansi yang
didapatkan
Angka 5,85 didapatkan dari
perhitungan kurva standart ammonium molybdat
5. Analisa
Nira Gilingan I-V, Nira Mentah, Nira Encer
a) Judul :Analisa Nira
Gilingan I-V, Nira Mentah dan Nira Encer
b) Tujuan :Untuk mengetahui brix,
pol, %brix, suhu, koreksi suhu dan %pol, HK(Hasil Kemurnian)
c) Alat
dan Bahan :
1. Alat :
·
Labu ukur 110ml
·
Gelas kimia
·
Corong
·
Kertas saring
·
Alat Polarimeter
·
Moll Glass
2. Bahan :
·
Nira gilingan I-V, Nira
Mentah dan Nira Encer
·
Aquades
·
Lood
d) Prosedur
Percobaan :
·
Nira dimasukkan ke
dalam labu takar ukuran 100/110 ml sebanyak 100 ml kemudian ditambah lood dan
aquades masing-masing sebanyak 5 ml
·
Kemudian nira yang
dalam labu takar disaring dan filtratnya diukur polarisasinya dengan alat
Polarimeter Saccharimeter ( lihat
lampiran 3)
·
Sisa nira dimasukkan ke
dalam alat Silinder Mohl (Lihat
lampiran 4)dan diukur dengan Alat Penimbang Brix Saccharometer (lihat lampiran 5) untuk mengetahui suhu dan brix
(zat kering terlarut)
e) Perhitungan
1.
Brix dan suhu dengan
menggunakan Alat Penimbang Brix Saccharometer diperoleh besar nilai brix dan derajat suhu.
2.
% Brix: pembacaan brix ±
koreksi suhu nilai gilingan
3.
Pol: dengan menggunakan
alat Polarimeter atau Saccharimeter diperoleh
nilai pol
4.
% Pol: diperoleh dari
tabel Schmitz atau hubungan antara
brix dan pol
5.
HK: hasil kemurnian
Rumus:
x 100 %
PSHK: Perbandingan Setara Harga Kemurnian
Rumus:
x100 %
Contoh: Brix : 14,1
Suhu : 32,5
Koreksi suhu: +35
Polarisasi:
40,9
% brix: (1410
+ 35) = 14,45 %
% pol: 11,09
%
HK:
x 100% = 76,75 %
6. Analisa
Nira Kental Tersulfitasi
a) Judul :Analisa Nira
Kental Tersulfitasi
f) Tujuan : Untuk mengetahui
brix, pol, %brix, suhu, koreksi suhu dan %pol, HK(Hasil Kemurnian)
b) Alat
dan Bahan :
1) Alat :
·
Kaleng
·
Timbangan
·
Labu ukur 110ml
·
Alat Polarimeter
·
Brixwaker
2) Bahan :
·
Nira Kental
·
Lood
·
Aquades
c) Prosedur
Percobaan :
·
Ditimbang Nira Kental
sebanyak 500 gr kemudian ditambahkan air sampai 1500 gr
·
Nira dimasukkan kedalam
labu takar ukuran 100/110 ml sebanyak 100 ml kemudian ditambah lood dan aquades
masing-masing sebanyak 5 ml
·
Kemudian nira yang
dalam labu takar disaring dan filtratnya diukur polarisasinya dengan alat
Polarimeter Saccharimeter
·
Sisa nira dimasukkan ke
dalam alat silinder mohl dan diukur dengan alat penimbang Brix untuk mengetahui
suhu dan brix (zat kering terlarut)
d) Perhitungan :
1) Brix
dan suhu : dengan menggunakan alat penimbang Brix Saccharometer diperoleh besar nilai brix dan derajat suhu.
2)
% Brix: pembacaan brix ±
koreksi suhu nilai gilingan
3)
Pol: dengan menggunakan
alat Polarimeter atau Saccharimeter
diperoleh nilai pol
4)
% Pol: diperoleh dari
tabel Schmitz atau hubungan antara
brix dan pol
5)
HK: hasil kemurnian
Rumus:
x 100 %
Contoh:
Brix : 14,1
Suhu : 32,5
Koreksi suhu: +35
Polarisasi: 40,9
% brix: (1410 + 35) = 14,45 %
% pol: 11,09 %
HK:
x 100% = 76,75 %
7. Analisa
SO2 (Daya Reduksi dalam Nira Kental)
a) Judul :Analisa
SO2
b) Tujuan :
c) Alat dan Bahan :
1) Alat :
·
Gelas Ukur 1000ml
·
Buret 25ml
·
Pipet
·
Pinggan Porselen
·
Statif dan Klem
2) Bahan
:
·
Nira kental
·
Air
·
Asam Sulfat Encer (1:3)
·
Larutan Iodium
·
Indicator Amylum
d) Prosedur Percobaaan :
·
200ml Nira Kental di
encerkan dengan 400ml air di masukkan ke dalam buret
·
25ml 0,01N I2
dipipet ke dalam pinggan porselen
·
Pada larutan ini
dibubuhkan 5ml asam sulfat encer (1:3)
·
Nira kental diteteskan
dari buret sampai warna coklat hamper lenyap
·
Dibubuhkan beberapa ml
larutan amylum dan dititrasi dilanjutkan sampai warna biru lenyap
e) Perhitungan :
1ml 1/100 normal larutan iodium =
0,32 mg SO2
Jika untuk menghilangkan warna 25ml
larutan Iodium diperlukan V . ml nira kental encer, maka nira kental itu
mengandung
3000x25x0,32mg SO2 tiap liter
V
8. Analisa
Masakan, Stroop, Klare dan Tetes
a) Judul :Analisa
Masakan, Stroop, Klare dan Tetes
b) Tujuan :untuk mengetahui
HK pada Masakan Stroop, Klare dan Tetes
c) Alat
dan Bahan :
1) Alat :
·
Timbangan
·
Timba
·
Pengaduk
·
Moll Glass
·
Labu ukur
·
Alat Polarimeter
·
Brixwaker
2) Bahan :
·
Masakan A,C dan D
·
Stroop A dan C
·
Klare I dan II
·
Tetes
·
Aquades
·
Lood
d) Prosedur
Percobaan :
·
Ditimbang 100 gr sampel
·
Ditambahkan air sampai
mencapai 1000 gr kemudian diaduk hingga homogen
·
Sampel yang sudah
diencerkan dimasukkan kedalam silinder mohl dan diuji dengan alat APB (Alat
Penimbang Brix) Saccharometer untuk
mengetahui brix (kekentalan) dan suhu
·
Sisanya dimasukkan kedalam
labu takar ukuran 100/110 ml
·
Dipipet 25 ml sampel
dan dimasukkan dalam labu takar 100/110 ml dan diencerkan dengan ditambahkan aquades
sampai batas 100 ml kemudian ditambahkan lood dan aquades yang masing-masing 5
ml.
·
Dikocok dan disaring
·
Filtrat tersebut diuji
polarisasinya dengan alat Polarimeter Saccharimeter.
e) Perhitungan
1) Brix
dan suhu : dengan menggunakan alat penimbang brix Saccharometer diperoleh besar
nilai brix dan derajat suhu.
2) % Brix: pembacaan brix ±
koreksi suhu masakan, stroop,tetes, klare.
3) Pol:
dengan menggunakan alat Polarimeter atau Saccharimeter diperoleh nilai pol
4) % Pol: diperoleh dari tabel Schmitz atau hubungan antara brix dan
pol
5) HK:
hasil kemurnian
Rumus:
x 100 %
Contoh:
Brix :9,8
Suhu: 27,5
Koreksi suhu:+0
Polarisasi:22,4
%
brix:(9800 + 0) = 98,00 %
%
pol: 6,8 %
HK: 63,06
9. Analisa
Warna Gula
a) Judul :Analisa Warna
Gula
b) Tujuan :Untuk mengetahui
c) Alat
dan Bahan :
1) Alat :
·
Neraca Analitik
·
Gelas Ukur 50ml
·
Pengaduk
·
Spectrofotometer
2) Bahan :
·
Gula
·
Aquades
d) Prosedur
Percobaan :
·
Ditimbang gula 50 g
dengan neraca analitik
·
Ditambah aquades sampai
100gr
·
Diaduk sampai homogen
·
Ditambah tanah sulfur
untuk mempercepat penyaringan lalu diukur PH (harus 7 jika > ditambah HCl, jika < 7 ditambah NaOH
toleransi PH 6,9-7,1)
·
Diukur dengan Spectrophotometer untuk mengukur absorbance (penyerapan
·
warna)
e) Perhitungan
IU(ICUMSA UNIT):
x
Contoh:
% absorbance:0.638%
% brix:50,32%
Bj:1,22778
Tebal kuvet:1
IU:
x
:
1032,666
10. Analisa
Blotong
a) Judul :Analisa
Blotong
b) Tujuan :Mengetahui
polarisasi zat kering dari blotong tersebut. Semakin besar polarisasi yang
dihasilkan berarti kandungan gula yang terkandung dalam blotong semakin banyak
sehingga harus dilakukan perbaikan sampai diperoleh kandungan gula yang sedikit
agar dapat dimanfaatkan sebagai pupuk. Limbah padat berupa blotong. (lihat
lampiran 6)
c) Alat
dan Bahan :
1) Alat :
1) Alat :
·
Gelas kimia
·
Timbangan
·
Labu ukur 200ml
·
Gelas ukur
·
Pengaduk
·
Corong
2)Bahan :
·
Blotong
·
Aquades
·
Lood
·
Kertas saring
d) Prosedur
Percobaan :
·
Blotong ditimbang 50 gr
dalam gelas kimia
·
Kemudian ditambahkan
aquades secukupnya sampai menjadi bubur dan ditambah lood 5ml
·
Dimasukkan ke dalam
labu takar 200 ml dan ditambah air sampai tanda batas
·
Dikocok dan disaring
dengan menggunakan kertas saring
·
Filtratnya diuji
polarisasinya dengan menggunakan alat
Polarimeter Saccharimeter
e) Perhitungan :
Pol: dengan menggunakan alat Polarimeter
atau Saccharimeter diperoleh nilai
pol
Contoh:
Pol blotong :
Selatan : 5,2
Utara
: 5,8
Barat
: 5,7
11. Analisa
Ampas
a) Judul :Analisa Ampas
b) Tujuan :Menentukan kadar
gula yang terkandung dalam ampas.
c) Alat
dan Bahan :
1) Alat :
·
Kaleng
·
Oven
·
Labu ukur 100ml
·
Gelas Ukur
2) Bahan :
·
Ampas
·
Air
·
Aquades
·
Lood
d) Prosedur
Percobaan :
·
Ditimbang ampas
sebanyak 1000 gr
·
Ditambahkan air
sebanyak ±
10 ltr
·
Dipanaskan dalam
oven selama 1 jam 20 menit
·
Diambil airnya ±
100 ml kemudian didinginkan
·
Ditambahkan masing-masing
aquades dan lood sampai tanda batas 10
ml
Dikocok dan disaring dengan
menggunakan kertas saring
Diuji polarisasinya
dengan menggunakan tabung pol 200 mm
e) Perhitungan :
·
Panas open jemuran =
125° (suhu open)
·
Blek + 1000 gr ampas
basah = 7065+1000
= 8065 (sebelum
di oven)
·
Blek + 1000 gr ampas
kering =
7545 (sesudah di oven)
·
Air dalam 1000 gr ampas
basah =
8065 – 7545
= 520
·
% air ampas: 520 x 10 L
air = 52,00 %
·
% kering ampas = 10000 – 5200
= 48,00 %
·
Dilihat nilai pol =1,9
*
faktor: 1,496
·
% gula dalam ampas = 1,9 x 1,496
= 2,84 %
12. Analisa
Air Masuk Ketel
I.
Analisa Kesadahan :
a) Judul :Analisa Kesadahan
b) Tujuan :
c) Alat dan Bahan :
1) Alat :
·
Erlenmeyer 300ml
·
Buret 50ml
·
Stetif dan Klem
2) Bahan :
·
Air Ketel
·
Indicator EBT
·
Larutan Buffer
·
Larutan EDTA
d) Prosedur Percobaan :
·
Diambil air ketel
sebanyak 100 ml dimasukkan dalam cawan (air ketel harus dingin)
·
Sampel (1) di tambahkan
indikator EBT sebanyak 2 tetes
·
Kemudian dititrasi
dengan larutan buffer 1 ml
·
Dititrasi dengan EDTA
sampai berubah warna
II.
Analisa TDS ( Total
Disolvent Solid)
a) Judul :Analisa
TDS
b) Tujuan :
c) Alat dan Bahan :
1)
Alat :
·
Konduktometer
·
Erlenmeyer
2)
Bahan :
·
Air Kondensat
d) Prosedur Percobaan :
·
Mendinginkan sampel
yang telah di ambil (air kondensat)
·
Mengukur dengan
Conduktometer
·
Nilai TDS dapat diketahui
dengan mengalikan nilai tertera pada konduktometer dengan 0,63
e) Perhitungan :
III.
Mengukur pH
a) Judul :Mengukur
pH
b) Tujuan :
c) Alat dan Bahan :
1) Alat :
·
pHmeter
·
Erlenmeyer
2) Bahan :
·
Air Ketel
d) Prosedur Percobaan :
·
Ambil sebagian sampel
air ketel dan dinginkan sampai suhu ruangan
·
Ukur dengan pHmeter
·
Catatlah pH yang
terukur
e)
Perhitungan :
IV.
Menentukan Kadar Gula
yang Terkandung dalam Air Masuk Ketel
a) Judul :Menentukan
Kadar Gula yang Terkandung dalam Air Masuk Ketel
b) Tujuan :
c) Alat dan Bahan :
1) Alat :
·
Tabung Reaksi
2) Bahan :
·
Air Kondensat
·
Indikator Alphanaphtol
·
H2SO4 teknis
d) Prosedur Percobaan :
·
Masukkan air kondensat
dalam tabung reaksi
·
Tambahkan 3 tetes
Indikator Alphanaphtol dan 5 tetes H2SO4 teknis
·
Bila air kondensat
tetap jernih berarti tidak mengandung gula. Tetapi bila warnanya berubah
menjadi ungu atau violet berarti air kondensat tersebut mengandung gula dan air
ini tidak boleh masuk ketel.
V.
Menganalisa DH
(Kesadahan)
a) Judul : Menganalisa DH
(Kesadahan)
b) Tujuan :
c) Alat
dan Bahan :
1) Alat :
·
Erlenmeyer
·
Buret 50ml
2) Bahan :
·
Air ketel
·
Larutan Buffer
·
Larutan Indikator
·
Larutan EDTA
d) Prosedur
Percobaan :
·
Ambil sampel 100ml yang
telah didinginkan sesuai dengan suhu ruangan
·
Tambahkan 2ml larutan
buffer 10ml dan larutan indicator sebanyak 5tetes
·
Titrasikan dengan
larutan EDTA hingga berubah warna menjadi warna biru muda
·
Catat volume EDTA yang
berkurang (max 0,1ml)
13. Analisa
COD (Chemical Oxigen Demand)
a) Judul :Analisa
COD (Chemical Oxigen Demand)
b) Tujuan :Untuk
mengetahui besarnya kadar kebutuhan oksigen kimia dalam limbah
c) Alat dan Bahan :
1) Alat :
·
Tabung Reflux
·
Pipet volume
·
Pendingin Tabung Reflux
·
Penjepit
·
Termoreaktor
2) Bahan :
·
Sampel : limbah masuk,
limbah keluar, air sungai, spray pond dan blanko (aquadest)
·
HgSO4
·
K2Cr2O7
·
Ag2SO4 dalam HgSO4
·
Ferro Ammonium Sulfat
·
Indikator Ferroin
d) Prosedur Percobaan :
·
Melakukan pengenceran
10x pada setiap sampel, untuk sampel
sungai dilakukan pengenceran 2x
·
Kemudian mengambil 20ml
pada setiap sampel dan diletakkan pada tabung reflux
·
Tambahkan 10m K2Cr2O7
pada setiap sampel lalu kocok
hingga homogen
·
Tambahkan larutan Ag2SO4
dalam HgSO4 sebanyak 30ml pada setiap sampel sambil terus di kocok
sampai homogeny
·
Masukkan tabung relux
dan pendingin tegak dalam termoreaktor, lalu dimasukkan selama 2 jam dan
kemudian didinginkan
·
Tambahkan 3tetes
indicator feroin pada larutan
·
Kemudian menitrasi
dengan ferro ammonium sulfat hingga larutan berubah menjadi hijau lalu berubah
menjadi coklat.
e) Perhitungan :
COD (mg/l) = (a-b)(N)(8000) / ml
sampel x c
a = ml penitran (ferro ammonium
sulfat) untuk blanko
b = ml penitran (ferro ammonium
sulfat) untuk sampel
c =factor pengenceran
N=normalitas penitran ferro ammonium
sulfat
Terimakasih , artikelnya sangat membantu
BalasHapussumbernya dari mana mba kalau boleh tau
BalasHapusBest Casinos with Slot machines NEAR ME - MapYRO
BalasHapusThis 제천 출장샵 map shows the best casinos 화성 출장샵 in the United 경상남도 출장안마 States, the 광주 출장마사지 top land based casinos in the world, revenue, industry 의정부 출장마사지 and popularity, including revenue,